TELEDENTISTRY- ASIA PASIFIC ADVANCE NETWORK (APAN 43)TELEDENTISTRY- ASIA PASIFIC ADVANCE NETWORK (APAN 43)

APAN43_2.pngFakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya kembali terlibat dalam pembelajaran jarak jauh dengan Asia Pasific Advance Network 43 (APAN 43) yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2017. Asia Pasific Advance Network diadakan tiap enam bulan sekali. Program ini merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggabungkan kolaborasi riset dan penemuan pengetahuan yang baru dari berbagai negara di Asia. Institusi dalam negeri yang mengikuti teledentistry ini yaitu Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya, Rumah Sakit Airlangga Jombang, Puskesmas Trisi Indramayu, Rumah Sakit Kanjuruhan Malang, Klinik De Dentist Sabda Alam, Rumah Sakit Waluyo Jati Probolinggo. APAN43_2.pngFaculty of Dentistry Universitas Brawijaya join Asia Pacific Advance Network 43 (APAN 43) held on February 15, 2017. Asia Pasific Advance Network is held every six month. This program aims to connecting research collaboration, knowledge discovery & sharing, and education networks in the countries of Asia. Some institutions in Indonesia join teledentistry-APAN 43 are Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya, Faculty of Dentistry Universitas Indonesia, Faculty of Dental Medicine Universitas Airlangga, Faculty of Dentistry Universitas Hang Tuah Surabaya, Airlangga Hospital Jombang, Trisi Health Center Indramayu, Kanjuruhan Malang Hospital, De Dentist Sabda Alam Clinic, Waluyo Jati Hospital Probolinggo. Sedangkan institusi luar negeri yang terlibat yaitu Rumah Sakit Hue Central Vietnam, Universitas Malaya Kuala Lumpur, Universitas Hongkong, Universitas Chulalongkorn, Rumah Sakit Sankara Nethralaya India, Klinik Dr. Risvia Yamuarita, St. Luke Medical Centre Manila, dan 108 Military Vietnam. APAN 43 mengangkat tema New Milestone in Oral Cancer Prevention. Studi ini bertujuan untuk memaparkan penelitian-penelitian terbaru tentang oral cancer dan peran sebagai dokter gigi dalam metode pencegahan oral cancer. Seperti yang telah diketahui bahwa tiap tahun sebanyak 45.750 orang didiagnosa oral cancer. Sebagai penyaji dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya adalah drg. Miftahul Cahyati, Sp.PM, yang menyajikan case reportChronic Traumatic Ulcer or Malignancy”. drg. Miftahul Cahyati, Sp.PM menyampaikan bahwa terdapat missdiagnosis ulserasi kronis sebagai abses yang merupakan    rujukan dari sebuah puskesmas. “Padahal itu merupakan sebuah keganasan, karena diagnosis yang tepat adalah carcinoma in situ,” tambah Mifta. (ARP) In the other hand, there are participants from other countries, such as Hospital of Vietnam, University of Malaya Kuala Lumpur, Hongkong University, Chulalongkorn University, Sankara Nethralaya Hospital of India, Dr. Clinic. Risvia Yamuarita, St. Medical Center Luke Manila, and 108 Vietnam Military. Theme of APAN 43 is New Milestone in Oral Cancer Prevention. This study is aim to present the recent update of oral cancer and how a dentist prevent oral cancer, as we know that every year about 45,750 people diagnosed with oral cancer. Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya represented by drg. Miftahul Cahyati, Sp.PM, presents a case report “Chronic Trauma Ulcer or Malignancy”. There are missdiagnose of chronic ulcer as abcess due to refferal system in Health Center. “In fact, it is a malignancy. The right diagnosis is Carcinoma in Situ,” she said. (ARP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *