FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA BERKOLABORASI DENGAN FAKULTI MEDICINE AND HEALTH SCIENCE UPM DALAM AJANG SEMINAR INTERNASIONAL

Dalam rangka dies natalies universitas brawijaya yang ke-57 dan dies natalies fakultas kedokteran gigi yang ke-11, Fakultas kedokteran gigi menggelar seminar internasional untuk yang pertama kali.

Seminar ini menghadirkan para pakar regenerative medicine yang ahli dibidangnya baik dari Indonesia, maupun luar negeri. Acara seminar
internasional ini meliputi beberapa rangkaian acara, yakni workshop sebagai acara pre-conference, oral presentation, poster presentation, dan main lecture. Pada hari kamis, 21 November 2019 diadakan workshop pre-conference dengan tema “Induced Pluripotent Stem Cell”. Workshop ini mengundang para ahli yang telah banyak menghasilkan riset dalam bidang stem cell, yakni Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD dari University of Manchester dan Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan, MS., PhD dari Universitas Indonesia. Peserta workshop tidak hanya datang dari Indonesia, melainkan juga dari palestina dan Libya.

Pada hari jumat dan sabtu tanggal 22-23 November 2019, seminar internasional
diselenggarakan di Hotel Santika Premier Malang. Para pakar regenerative medicine tengah
berkumpul membagikan ilmu yang luar biasa, diantaranya Prof. Masaya Yamamoto dari
Universitas Tohoku (Jepang), Prof. Delvac Oceandy dari Manchester University (UK), Prof.
Norifumi Nakamura dari Universitas Kagoshima (Jepang), Prof. Sharida Fakurazi dari UPM
(Malaysia), Prof. Mohammad Aris dari UPM (Malaysia), Prof. Sofia Mubarika dari Universitas
Gadjahmada (Indonesia), drg. Ika Dewi Ana, PhD dari Universitas Gadjahmada (Indonesia),
Dr. M. Chair Effendy dari Universitas Brawijaya (Indonesia), Dr. Yuli Nugraeni dari
Universitas Brawijaya (Indonesia), dan Drs. Herry dari Badan POM yang sekaligus anggota
KEPK (Indonesia). Peserta seminar internasional juga datang dari berbagai daerah, seperti
Palembang, Sulawesi, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan. Bahkan ada
juga peserta seminar yang datang dari luar negeri, diantaranya Jepang, Malaysia, dan
Palestina. Tema yang diangkat dalam seminar internasinal ini begitu potensial untuk
dikembangkan. “Pengobatan regenerative medicine ini merupakan sebuah tantangan bagi
kami sehingga diperlukan sinergitas dari berbagai disiplin ilmu,” ujar ketua ICBD 2019 yang
sekaligus Wakil Dekan II FKG UB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *